Skip navigation

Gravitasi dalam Al-Qur'an

Keteraturan alam semesta


        Salah satu tujuan jangka panjang ilmu fisika adalah untuk memahami gaya gravitasi sebagai gaya yang menjaga manusia tetap menginjak Bumi, Bulan tetap pada orbitnya mengelilingi Bumi, dan Bumi tetap pada orbitnya mengelilingi matahari. Gaya gravitasi juga mencapai seluruh galaksi Bima Sakti, mempertahankan miliaran bintang tetap di antara bintang-bintang. Al-Qur’an telah menjelaskan mengenai gaya gravitasi jauh sebelum adanya teori-teori tentang hal ini. Allah menerangkan mengenai kuasa-Nya dalam menjaga keseimbangan alam semesta dengan bertahannya benda-benda langit pada posisinya hingga tidak jatuh ke Bumi. Salah satu penjelasan mengenai hal ini pada Surah al-Hajj ayat 65: 

اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى الْاَرْضِ وَالْفُلْكَ تَجْرِيْ فِى الْبَحْرِ بِاَمْرِهٖۗ وَيُمْسِكُ السَّمَاۤءَ اَنْ تَقَعَ عَلَى الْاَرْضِ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ – ٦٥

Artinya :

“Tidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah menundukkan bagimu (manusia) apa yang ada di bumi dan kapal yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit agar tidak jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia” (Q.S al-Hajj/22 : 64-65).

Peristiwa hari kiamat dalam al-Qur'an

       Gravitasi membuat adanya keteraturan pada susunan alam semesta ini sebagaimana yang tertera pada Surah al-Hajj ayat 64-65 yang telah dibahas. Setelah mempelajari tentang apa itu gravitasi dari uraian perkembangan teori gravitasi di materi sebelumnya, tentunya kamu telah mengetahui bahwa gravitasi adalah gaya tarik yang dimiliki oleh suatu benda bermassa. Allah telah menciptakan alam semesta yang teratur sehingga tidak jatuh berserakan kecuali atas kehendak-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa gaya gravitasi pada setiap benda bisa berkurang hingga hilang dan jika ini menyangkut Bumi, planet-planet serta benda langit lainnnya, maka jadilah sebuah peristiwa besar yaitu hari kiamat. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Surah al-Infithar ayat 1-3:

اِذَا السَّمَاۤءُ انْفَطَرَتْۙ - ١

وَاِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْۙ - ٢

وَاِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْۙ - ٣

Artinya: "Apabila langit terbelah, dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan, dan apabila lautan dijadikan meluap". (Q.S. al-Infithar/82: 1-3)

       Peristiwa hari kiamat sangat banyak diinformasikan Allah di dalam al-Qur'an. Bagaimana kejadiannya baik itu mengenai kejadian alamnya, maupun kejadian manusia di saat peristiwa tersebut. Salah satunya Allah berfirman dalam Surah al-Waqi'ah ayat 4-6:

اِذَا رُجَّتِ الْاَرْضُ رَجًّاۙ - ٤

وَّبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّاۙ - ٥

فَكَانَتْ هَبَاۤءً مُّنْۢبَثًّاۙ - ٦

Artinya : "Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan". (Q.S. al-Waqi'ah/56: 4-6)

Jendela Karakter Islami


(Sumber : tenor.com)

       Allah sang Khaliq, pencipta tata surya dengan sangat sempurna. Benda-benda langit baik itu planet, asteroid, serta benda langit lainnya beredar secara beraturan pada tempat edarnya masing-masing. Demikian kuasa Allah hingga bisa menciptakan alam semesta dengan segala keteraturan di dalamnya. Dengan merenungkan segala kebesaran Allah dan memahami kegiatan pembelajaran ini maka hendaklah bisa menambah rasa syukur kamu atas kekuasaan Allah SWT.

Tahukah kamu bagaimana sikap syukur itu? Apa keutamaan bersyukur?