Skip navigation

Hukum I Kepler

Penjelasan Hukum I Kepler

      Pada tahun 1600-an, lebih dari setengah abad sebelum Newton menggagas ketiga hukum gerak dan hukum gravitasi universalnya, seorang astronom berkebangsaan Jerman, Johannes Kepler (1571-1630) telah menulis sebuah uraian tentang gerakan planet-planet mengelilingi matahari. Penemuan Johannes Kepler tersebut termaktub dalam suatu hukum-hukum Kepler tentang gerak planet (Kepler’s laws of planetry motion).

Hukum I Kepler:

Lintasan orbit setiap planet mengelilingi Matahari berbentuk sebuah elips dengan Matahari berada pada salah satu titik fokus elips ini.


Skema lintasan planet mengelilingi Matahari

(Sumber : E-Book Fisika SMA Kelas XI oleh Bambang Haryadi)

       Elips adalah bangun geometri tertutup seperti halnya lingkaran yang memanjang dan simetris terhadap dua buah garis tengah yang tidak sama panjang. Sebuah elips memiliki dua buah titik pusat dan garis duah buah garis tengah. Garis tengah yang lebih panjang disebut sumbu panjang. Sedangkan, garis tengah yang lebih pendek disebut dengan sumbu pendek. Perhatikan gambar di bawah ini! Pada gambar, garis a disebut dengan setengah sumbu panjang atau sumbu semimayor dan garis b disebut dengan setengah sumbu pendek atau sumbu semiminor.

Perhatikan gambar di bawah ini!

Skema bentuk Elips

(Sumber: langitselatan.com)

       Lintasan planet yang mengitari Matahari berbentuk elips. Bentuk elips ini menunjukkan bahwa planet akan berada pada jarak yang berbeda dari matahari. Titik P, di mana planet paling dekat dengan matahari yang dinamakan perihelion, dan titik A di mana planet berada paling jauh dan dinamakan aphelion. Jarak rata-rata antara planet dan matahari sama dengan sumbu semimayor yaitu setengah dari sumbu terpanjang orbit elips (sama dengan setengah jarak dari titik terdekat (P) ke titik terjauh (A)).

Lintasan planet berbentuk elips?

Simaklah tayangan berikut ini untuk memperkuat pemahamanmu!

(Sumber Channel : Catatan Si Rebiaz)