Skip navigation

Hukum II Kepler

Penjelasan Hukum II Kepler

       Hukum pertama Kepler menyatakan bentuk orbit planet, tetapi tidak dapat memperkirakan kedudukan planet pada waktu tertentu. Menyadari hal ini, Kepler dengan setumpukan data yang dimiliki pada kertas kerjanya berusaha keras untuk memecahkannya. Sehingga Kepler berhasil menemukan hukum keduanya yang disebut hukum kedua Kepler tentang gerak planet-planet di tata surya dalam proses revolusinya mengelilingi Matahari.

Hukum kedua Kepler:

Setiap planet bergerak sedemikian rupa sehingga sebuah garis lurus khayal yang ditarik dari Matahari ke salah satu planet akan menyisir/menyapu luas bidang juring (irisan elips) yang sama dalam jangka waktu yang sama.

Perhatikan gambar di bawah ini! Gambar ini sebagai bentuk dari penerapan Hukum II Kepler.


Skema Penerapan Hukum II Kepler

(Sumber : E-Book Fisika SMA Kelas XI oleh Bambang Haryadi)

Hukum II Kepler menjelaskan tentang hukum luasan yang sama. Sebuah planet akan bergerak lebih cepat atau memiliki kelajuan yang lebih besar ketika berada lebih dekat dengan Matahari (perihelium) atau ketika garis khayal (vektor radius) terpendek. Kelajuan planet terkecil ketika berada di titik terjauh dari Matahari atau ketika garis khayal (radius vektor) terpanjang. Gambar di atas menunjukkan kedua daerah juring 1 dan 2 memiliki luas bidang yang sama dengan juring 3 dan 4. Sebuah planet bergerak dari titik 1 ke titik 2 dalam jangka waktu yang sama seperti bergerak dari titik 3 ke titik 4. Berdasarkan metode untuk menentukan kelajuan ini, kita dapat memperkirakan kedudukan planet pada beberapa selang waktu yang akan datang.

Bagaimana karakteristik keadaan planet yang berada di aphelion dan perihelion??

Simaklah tayangan berikut untuk memperkuat pemahamanmu mengenai penerapan Hukum II Kepler ini!

(Sumber : Catatan Si Rebiaz)