Skip navigation

Perkembangan Teori Gravitasi

Jendela Ilmuwan

       Sejak zaman Yunani Kuno, orang-orang sudah berusaha menjelaskan tentang keteraturan pada Sistem Tata Surya. Oleh karena itu, sebelum membahas Hukum Gravitasi Newton serta Hukum-Hukum Kepler, ada baiknya apabila kamu juga memahami berbagai pemikiran, penelitian serta buah karya para ilmuwan-ilmuwan bidang astronomi sebelum lahirnya hukum gravitasi. Selain untuk menambah wawasanmu mengenai sejarah dan ilmuwan-ilmuwan fisika, dengan membaca jendela ilmuwan ini diharapkan kamu juga dapat mengerti bahwa peradaban Islam pernah memimpin dunia intelektual. Berikut beberapa ilmuwan fisika yang mempelajari tentang dunia astronomi.

A. Plato

         

Plato

(Sumber : id.wikipedia.org)

        Plato adalah seorang filsuf dan matematikawan Yunani, penulis philosophical dialogues dan pendiri dari Akademi Platonik di Athena, sekolah tingkat tinggi pertama di dunia barat. Ia lahir sekitar tahun 427 SM dan meninggal sekitar tahun 347 SM. Ia adalah murid Socrates. Pemikiran Plato pun banyak dipengaruhi oleh Socrates. Plato adalah guru dari Aristoteles. Plato adalah ilmuwan Yunani yang mengemukakan bahwa Bintang dan Bulan bergerak mengelilingi Bumi membentuk lintasan lingkaran sempurna. Plato berpendapat bahwa lingkaran maupun bola merupakan bentuk geometri paling sempurna. Atas dasar ini, ia menyimpulkan bahwa semua benda langit bergerak dalam lintasan berbentuk lingkaran yang mengitari Bumi.

B. Claudius Ptolemaeus


Claudius Ptolemaeus

(Sumber : id.wikipedia.org)

       Claudius Ptolemaeus adalah seorang ahli geografi, astronom dan astrolog yang hidup pada zaman Helenistik provinsi Romawi, Aeygyptus. Ia lahir di Alexandria, Mesir pada 100 M. Ptolemaeus adalah pengarang beberapa risalah ilmiah, tiga di antaranya adalah risalah astronomi yang dikenal sebagai Almagest atau Risalah Besar,  Geographia yang merupakan diskusi teliti mengenai pengetahuan  Geografi Helenistik dan Risalah Astrologi dikenal sebagai Tetrabiblos berarti Empat Buku. Ia juga melestarikan daftar raja-raja kuno, disebut "Kanon Ptolemaeus", yang penting bagi penelitian sejarah Timur Tengah. Claudius Ptolemaeus pada abad ke-2 M juga memberikan pendapat yang serupa yang disebut teori geosentris. Teori ini menyatakan Bumi sebagai pusat tata surya, sedangkan planet lain, Bulan dan Matahari berputar mengelilingi Bumi. Namun, pendapat dari Plato dan Ptolemaeus tersebut tidak dapat menjelaskan gerakan yang rumit dari planet-planet.

C. Al-Farghani

Al-Farghani

(Sumber : integrasi.science)

       Al-Farghani dengan nama asli Abu'l-Abbas Ahmad ibn Muhammad ibn Kathir al-Farghani atau lebih dikenal dengan nama Alfraganus di Dunia Barat merupakan seorang astronom Muslim yang berasal dari Persia. Al-Farghani adalah astronom yang sangat terkenal di abad ke-9 dan juga seorang perintis ilmu astronomi modern.

       Pada tahun 829 M, Al-Farghani melakukan penelitian yang didirikan oleh seorang Khalifah al-Ma’mun yang terdapat di Baghdad. Dengan peralatan yang mendukung dan modern saat itu, Al-Farghani berusaha untuk mengetahui diameter Bumi, jarak, dan juga diameter dari beberapa planet lainnya. Tidak heran jika rasa keingintahuan yang dimilikinya, ia bergabung dalam projek pengukuran dari derajat garis lintang Bumi. Selain itu, dia juga berhasil menjabarkan jarak serta diameter dari beberapa planet yang merupakan suatu pencapaian luar biasa saat itu. Al-Farghani menulis seluruh hasil pengamatan dan penelitiannya di dalam sebuah buku yang berjudul “Harakat as-Samawiyya wa Jawami Ilm an-Nujum” atau Asas – Asas Ilmu Bintang, buku tersebut menjadi salah satu buku yang berpengaruh bagi dunia astronomi di Eropa. Bahkan buku tersebut sudah diterjemahkan menjadi beberapa bahasa salah satunya bahasa Inggris dan berubah judul menjadi Elements of Astronomy.

D. Al-Battani

Al-Battani

(Sumber : en.wikipedia.org)

       Al–Battani memiliki nama lain yaitu Muhammad Ibn Jabir Ibn Sinan Abu Abdullah atau lebih dikenal sebagai Bapak Trigonometri ini mempunyai banyak nama Latin yaitu Albategnius, Albategni dan Albatenius. Selain sebagai seorang ahli di bidang matematika, Al–Battani juga merupakan astronom Muslim terbesar di Arab. Salah satu penemuan terbesarnya selain tabel cotangen yaitu penentuan tahun matahari sebagai 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik. Sebelumnya perhitungan tersebut pernah dilakukan oleh Ptolemy dengan hasil tahun matahari yaitu 365 hari, 5 jam, 55 menit dan 12 detik.

       Al-Battani memperbaiki hasil perhitungan dan menyusun tabel baru Matahari dan Bulan milik Ptolemy, Al–Battani juga menemukan arah Matahari mengalami perubahan. Tidak hanya itu saja, Al–Battani juga membuat sebuah kitab yang sangat populer yaitu al–Zih al-Sabi dan kitab tersebut menjadi rujukan bagi para ahli astronomi di dunia Barat atau Eropa. Banyak ahli astronomi dari Eropa yang berpedoman pada kitab tersebut, sebut saja Copernicus, Regiomantanus, Kepler, hingga Peubach. Bahkan Copernicus mengaku berhutang budi pada Al–Battani dan hal tersebut tercatat di dalam bukunya yang berjudul “De Revoltionibus Orbium Clestium”.

E. Al-Biruni


Al-Biruni

(Sumber : kompassiana.com)

       Al-Biruni memiliki nama asli Abu Raihan Muhammad ibn Ahmad Al Biruni. Al-Biruni merupakan ilmuwan besar Islam yang lahir pada 362 H atau bulan September 973 M, di desa Khath yang merupakan ibukota kerajaan Khawarizm, Turkmenistan (kini kota Kiva, wilayah Uzbekistan). Al-Biruni adalah seorang filsuf, ahli matematika, ahli  astronomi, ahli geografi dan seorang eksiklopedis. Dalam karyanya, Chronology of Ancient  Nations (Sejarah Negara-Nagara Kuno), atau Vestige of The Rust (Sisa masa lalu), yang ditulis sekitar 1000M, ia menjelaskan tentang kalender-kalender dan penanggalan manusia-manusia kuno. Diantara karya-karyanya adalah History of India (Sejarah India), nomical Encyclopdia  and a Summary of Mathematic (sebuah Ensiklopedia Astronomi dan  Ringkasan Matematika), Astronomy and Astrology (Astronomi dan Astrologi).

       Al-Biruni merupakan fisikawan muslim yang memberikan sumbangan penting bagi pengukuran jenis berat (specific gravity) berbagai zat dengan hasil perhitungan yang cermat dan akurat. Konsep ini sesuai dengan prinsip dasar yang ia yakini bahwa seluruh benda tertarik oleh gaya gravitasi Bumi. Teori ini merupakan pintu gerbang menuju Hukum-Hukum Newton 500 tahun kemudian. al-Biruni juga mengajukan hipotesa tentang rotasi Bumi di sekeliling sumbunya. Konsep ini lalu dimatangkan dan diformulasikan oleh Galileo Galilei 600 tahun setelah wafatnya Al-Biruni.

F. Al-Khazini


Al-Khazini

(Sumber : republika.co.id)

       Al-Khazini memiliki nama asli Abdurrahman Al-Khazini. Ia hidup di abad ke-12 M dan berasal dari Bizantium Yunani. Al-Khazini menjadi budak Dinasti Seljuk Turki, setelah kerajaan Islam itu menaklukan wilayah kekuasaan kaisar Konstatinopel, Romanus IV Diogenes. lmuwan Muslim yang berjaya di tahun 1115-1130 M ini telah memberi kontribusi yang sangat besar bagi perkembangan sains modern, terutama dalam fisika dan astronomi. Al-Khazini merupakan saintis Muslim serbabisa yang menguasai astronomi, fisika, biologi, kimia, matematika serta filsafat. Sederet buah pikir yang dicetuskannya tetap abadi sepanjang zaman. al-Khazini merupakan ilmuwan yang mencetuskan beragam teori penting dalam sains seperti: metode ilmiah eksperimental dalam mekanik, energi potensial gravitasi, perbedaan daya, masa dan berat, serta jarak gravitasi.

       Para sejarawan sains mengungkapkan, pemikiran-pemikiran al-Khazini sangat dipengaruhi oleh sejumlah ilmuwan besar seperti Aristoteles, Archimedes, Al-Quhi, Ibnu Haitham atau Alhacen, al-Biruni serta Omar Khayyam. Selain itu, pemikiran al-Khazini juga sangat berpengaruh bagi pengembangan sains di dunia Barat dan Islam. Salah satu ilmuwan Barat yang banyak terpengaruh al-Khazini adalah Gregory Choniades – astronom Yunani yang meninggal pada abad ke-13 M.

       Al-Khazini termasuk orang yang pertama kali mengeneralisasikan teori pusat gravitasi. al-Khazini memaparkan suatu teori tentang gravitasi serta tabel-tabel kerapatan sejumlah besar zat cair dan zat padat. Dia menekuni secara mendalam mengenai gravitasi yang sebelumnya telah diajukan oleh al-Biruni. Namun, Ia telah mengembangkan konsep itu sedemikian rupa sehingga ia menemukan bahwa kuat gravitasi berubah sesuai dengan jarak antara benda yang jatuh dengan benda yang menariknya. Ia juga berhasil menemukan tujuh peralatan ilmiah yang terbilang sangat penting. Ketujuh peralatan temuannya itu dituliskannya dalam Risala fi’l-alat atau Manuskrip tentang Peralatan. Ketujuh alat yang diciptakannya itu adalah triquetrum, dioptra, peralatan segi tiga, kwadran, sektan, astrolab serta sebuah peralatan asli tentang refleksi.

G. Nicolaus Copernicus


Nicolaus Copernicus

(Sumber : id.wikipedia.org)

       Nicolaus Copernicus adalah seorang astronom, matematikawan, dan ekonom berkebangsaan Polandia. Ia lahir di Torun, 19 Februari 1473 dan meninggal di Frombork, 24 Mei 1543 pada usia 70 tahun. Selain sebagai ilmuwan, Ia juga seorang kanon gereja, gubernur dan administrator, hakim, astrolog, dan tabib. Ilmuwan asal Polandia ini mencoba mencari jawaban yang lebih sederhana dari kelemahan pendapat Plato dan Ptolemaus.

       Copernicus mengemukakan bahwa Matahari sebagai pusat sistem planet dan planet-planet lain termasuk Bumi mengitari Matahari. Anggapan Copernicus memberikan dasar yang kuat untuk mengembangkan pandangan mengenai tata surya. Namun, pertentangan pendapat di kalangan ilmuwan masih tetap ada. Hal ini mendorong para ilmuwan untuk mendapatkan data pengamatan yang lebih teliti dan konkret. Teorinya tentang Matahari sebagai pusat Tata Surya, yang menjungkirbalikkan Teori Geosentris (yang menempatkan Bumi di pusat alam semesta) dianggap sebagai salah satu penemuan yang terpenting sepanjang masa, dan merupakan titik mula fundamental bagi astronomi modern dan sains modern. Teorinya memengaruhi banyak aspek kehidupan manusia lainnya. Universitas Nicolaus Copernicus di Torun, didirikan tahun 1945, universitas ini dinamai untuk menghormatinya.

H. Tyco Brahe

 

Tyco Brahe

(Sumber : id.wikipedia.org) 

       Tycho Brahe lahir di Knudstrup, Denmark, 14 Desember 1546 dan meninggal di Praha, Bohemia pada 24 Oktober 1601 pada umur 54 tahun. Ia adalah seorang bangsawan Denmark yang terkenal sebagai astronom/astrolog dan alkimiawan. Ia memiliki sebuah observatorium yang dinamai Uraniborg, di Pulau Hven, di Selat Oresund yang menjadi lembaga penelitian awalnya. Tycho adalah astronom pengamat paling menonjol pada zaman pra-teleskop. Akurasi pengamatannya pada posisi bintang dan planet tak tertandingi pada zaman itu. Untuk penerbitan karyanya, Tycho memiliki mesin cetak dan pabrik kertas. Asistennya yang paling terkenal adalah Johannes Kepler. Setelah kematiannya, catatan-catatannya mengenai gerak Planet Mars membuat Kepler menemukan tiga hukum pergerakan planet yang menyokong Teori Heliosentris.

I. Johannes Kepler

 

Johannes Kepler

(Sumber : id.wikipedia.org)

       Johannes Kepler lahir pada tahun 1571 di Weil der Stadt, sebuah kota kecil di pinggiran Hutan Hitam Jerman. Ia adalah seorang astronom Jerman, matematikawan, dan astrolog. Dia paling dikenal melalui hukum gerakan planetnya. Ia kadang dirujuk sebagai astrofisikawan teoritis pertama. Penelitian Kepler mengambil rujukan dari tabel-tabel pengamatan gerakan planet yang disusun oleh Brahe dengan mempelajari gerakan kosmis dan menarik kesimpulan berdasarkan apa yang ia lihat.

       Planet Mars yang pertama-tama menarik perhatian Kepler. Setelah dengan saksama mempelajari tabel-tabel itu, tersingkaplah bahwa Mars mengorbit Matahari tetapi bukan dalam lingkaran sempurna. Satu-satunya bentuk orbit yang cocok dengan pengamatan itu adalah bentuk elips (lonjong) dengan matahari sebagai salah satu titik fokusnya. Akan tetapi, Kepler sadar bahwa kunci untuk menyibakkan rahasia langit bukanlah Mars, melainkan planet Bumi. Kepler membayangkan dirinya sedang berdiri di Mars dan melihat ke Bumi. Ia menghitung kecepatan gerakan bumi bervariasi dan berbanding terbalik dengan jaraknya matahari.

       Setelah penelitian yang mendalam, Kepler mengerti bahwa Matahari bukan sekadar pusat dari Tata Surya. Matahari juga berfungsi seperti sebuah magnet, berputar pada porosnya dan memengaruhi gerakan planet-planet. Ini adalah konsep yang benar-benar baru yang sejak saat itu memandu dia dalam risetnya dan menuntunnya ke penemuan hukum-hukumnya. Bagi Kepler, semua planet adalah benda-benda fisik yang dengan harmonis diatur oleh serangkaian hukum yang beragam.

J. Isaac Newton

Newton

Sir Isaac Newton

(Sumber : wikipedia.com)

       Sir Isaac Newton lahir pada 25 Desember 1642 dan meninggal pada 20 Maret 1726. Ia adalah seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam, alkimiawan, dan teolog yang berasal dari Inggris. Ia merupakan pengikut Aliran Heliosentris dan ilmuwan yang sangat berpengaruh sepanjang sejarah, bahkan dikatakan sebagai bapak ilmu fisika klasik. Karya bukunya Philosophiae Naturalis Principia Mathematica yang diterbitkan pada tahun 1687 dianggap sebagai buku paling berpengaruh sepanjang sejarah sains.

        Buku ini meletakkan dasar-dasar mekanika klasik. Dalam karyanya ini, Newton menjabarkan hukum gravitasi dan tiga hukum gerak yang mendominasi pandangan sains mengenai alam semesta. Newton berhasil menunjukkan bahwa gerak benda di Bumi dan benda-benda luar angkasa lainnya diatur oleh sekumpulan hukum-hukum alam yang sama. Ia membuktikannya dengan menunjukkan konsistensi antara Hukum Gerak Planet Kepler dengan teori gravitasinya. Karyanya ini akhirnya menyirnakan keraguan para ilmuwan akan heliosentrisme dan memajukan revolusi Ilmiah.

      Awal mula Ia mempelajari tentang gravitasi yaitu di kala Newton sedang memperhatikan sebutir buah apel yang jatuh dari pohon. Konon dikatakan bahwa ia mendapat sebuah ilham yang mengejutkan; Jika gravitasi bekerja di puncak pepohonan bahkan juga di puncak-puncak gunung, maka mungkin saja gravitasi juga bekerja sampai di Bulan. Dengan gagasan bahwa gravitasi Bumi yang mempertahankan Bulan tetap bergerak dalam orbitnya mengelilingi Bumi, Newton kemudian mengembangkan teori besarnya tentang gravitasi. Newton menyimpulkan bahwa tidak hanya bumi yang dapat menarik apel maupun bulan, tetapi juga setiap benda di alam semesta menarik setiap benda lainnya; kecenderungan benda untuk bergerak ke arah satu sama lain disebut gravitasi. Namun terjadi sebuah kontroversi saat itu. Banyak ahli dan pemikir yang sulit menerima gagasan bahwa suatu gaya (kekuatan) "bekerja dari kejauhan". Gaya pada umumnya dipahami bekerja melalui sentuhan (kontak) seperti saat kita mendorong sebuah meja ataupun menarik kursi dan sebagainya. Tetapi gaya gravitasi bekerja tanpa melalui sentuhan, sebagaimana perkataan Newton.

(Sumber : Nurachmandani.2009, ilmugeografi.com dan Wikipedia.org)

Jendela Karakter Islami

Rasa ingin tahu

(Sumber : ruangguru.com)

       Ilmuwan-ilmuwan terdahulu telah melakukan berbagai penelitian dan pengamatan untuk bisa mempelajari segala hal yang ada di alam semesta ini. Tidak terkecuali beberapa ilmuwan di atas yang telah melaksanakan penelitiannya terus menerus hingga bisa menghasilkan suatu temuan yang sangat bermanfaat bagi dunia ilmu pengetahuan. Pada masa abad pertengahan, Islam dengan para ilmuwannya mampu menjadi jembatan peradaban Yunani Kuno dengan Eropa. Untuk itu, mencintai ilmuwan Islam dapat menjadi salah satu karakter yang perlu kamu miliki.

       Mencintai ilmuwan-ilmuwan Islam fisika dapat dilakukan dengan meneladani sifat mereka. Salah satu sifatnya adalah rasa ingin tahu. Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan diawali dari adanya keingintahuan mereka akan segala fenomena di alam. Atas kerja keras para ilmuwan terdahulu menjadikan mereka tidak hanya ahli dalam satu ilmu saja, tetapi juga dalam berbagai ilmu hingga menghasilkan banyak karya. Sikap ini yang perlu kamu miliki untuk bisa mencapai keberhasilan dalam penelitian, yaitu rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu dapat kamu biasakan dengan mencoba bertanya-tanya terhadap suatu fenomena yang terjadi.

Rasa ingin tahu akan membuatmu termotivasi untuk menambah pengetahuanmu. Rasa ingin tahu sangat penting untuk kamu miliki. Pelajarilah materi-materi yang ada pada modul ini. Tapi sebelum itu, tambahlah pengetahuanmu mengenai karakter yang satu ini.